Masdejay | Media informasi akurat, menarik dan terpercaya

Jenis-jenis Kopling dan Penjelasannya

jenis-jenis kopling dan penjelasannya
sumber: sekolahkami.com

Masdejay.com - Jenis-jenis Kopling dan Penjelasannya | Setiap kendaraan harus di lengkapi dengan komponen kopling. Namun bagaimana dengan kendaraan motor dan mobil matic? Apakah kendaraan tersebut tidak mempunyai kopling? Setiap kendaraan pasti mempunyai kopling. Tetapi, jenis kopling kendaraan matic berbeda dengan kendaraan manual. Kalau begitu, yuk simak jenis-jenis kopling berikut ini.

Arti dan Fungsi Kopling

Kopling merupakan komponen automotive yang memiliki fungsi sebagai pemutus atau penyambung putaran mesin ke transmisi. Supaya proses pemindahan gigi transmisi bisa berlangsung dengan baik, maka tenaga mesin harus di putus terlebih dahulu.

Berikut ini adalah fungsi kopling:
  1. Membantu pemindahan gigi transmisi supaya lebih mudah
  2. Memberhentikan kendaraan tanpa harus memposisikan tuas transmisi ke posisi netral
  3. Membuat kendaraan bergerak bebas tanpa ada tahanan engine break
  4. Supaya kendaraan bisa bergerak dengan mulus ketika awal perjalanan

Ada beberapa syarat sistem kopling agar kamu bisa nyaman saat berkendara, di antaranya yaitu:
  1. Kopling harus dapat memutuskan atau menghubungkan tenaga mesin ke transmisi secara halus
  2. Kopling harus bisa mendistribusikan tenaga mesin ke transmisi 100% tanpa selip.
  3. Kopling harus melakukan pekerjaannya dengan cepat. Sistem tersebut harus menghubungkan atau menyambungkan putaran mesin dengan cepat dan tepat supaya akselerasi kendaraan bisa terjaga.

Jenis Kopling Berdasarkan Cara Kerjanya

1. Kopling Gesek

Kopling gesek merupakan jenis kopling yang paling mudah di temui. Pada umumnya, kendaraan yang mengusung transmission menggunakan kopling gesek. Sistem tersebut bekerja dengan cara memanfaatkan material yang ada. Gesekan di peroleh dari fly wheel, clutch disk dan pressure plate. Clutch disk akan mendapatkan gaya gesek dari dua komponen lainnya.

Selain itu, kopling gesek juga biasa di sebut dengan kopling manual. Hal itu karena kopling gesek di kendalikan secara manual. Kopling gesek mempunyai beberapa tipe, di antaranya ialah:

1.1. Kopling Plat Tunggal
Kopling plat tunggal mempunyai satu clutch disk untuk media gesek. Kopling tersebut sering di aplikasikan pada kendaraan mobil.

1.2. Kopling Multi Plate

Kopling multi plate mempunyai susunan plate lebih banyak. Tipe tersebut sering di gunakan pada kendaraan bermotor.

2. Kopling Otomatis

Kopling otomatis merupakan komponen yang memiliki fungsi sebagai pemutus dan penyambung putaran mesin secara otomatis. Jenis itu biasa di sebut Torque Converter. Kamu bisa menemui torque converter di mobil bertransmisi otomatis.

Konstruksi torque converter memiliki perbedaan dengan kopling gesek. Jenis tersebut tidak menggunakan gesekan antar material, tetapi menggunakan tekanan hidrolik. Prinsip itu mirip dengan dua kipas angin yang saling berdekatan. Jika salah satu berputar, maka akan terdapat aliran yang bersikulasi mengenai kipas yang diam. Hal itu akan menyebabkan kipas yang tadinya diam jadi memutar.

Sistem kopling otomatis di gantikan dengan dua turbine yang masing-masing terhubung dengan transmisi dan mesin. Media untuk sirkulasinya ialah cairan hidrolik, karena benda tersebut tidak mempunyai sifat kompresi.

3. Kopling Magnet

Kopling magnet akan memanfaatkan gaya tarik magnet sebagai pemutusan ataupun penghubungan arus. Prinsip kerjanya ialah saat terdapat arus listrik mengalir ke field coil, maka akan menimbulkan kemagnetan. Kemagnetan tersebut akan menarik pelat untuk menempel di pulley utama. Akibatnya ketika pulley berputar, pelat juga akan berputar. Hubungan pelat dan pulley akan renggang jika arus listrik di hentikan.

Sistem tersebut tidak di gunakan untuk transfer energi mesin. Namun di gunakan ke sistem yang sederhana. Contoh pada sistem AC, kamu bisa menemui magnetic clutch di kompressor AC.

Jenis Kopling Berdasarkan Pengendalian

1. Kopling Mekanis

Kopling mekanis sering di gunakan pada kendaraan bermotor. Untuk menghubungkan pedal ke kopling, sistem mekanis menggunakan kabel kawat. Sistem mekanis memiliki keuntungannya, yaitu kamu tidak lagi memikirkan kebocoran fluida dan masuk angin. Kekurangannya ialah jenis logam yang bisa mual. Sehingga kamu harus melakukan penyetelan ulang supaya pengoperasian berjalan nyaman.

2. Kopling Hidrolis

Kopling hidrolis memiliki cara kerja mirip dengan sistem rem hidrolik. Kelebihannya ialah lebih efektif dan responsif, hal itu karena kamu tidak perlu mengkhawatirkan pemuaian seperti kawat. Sistem hidrolis akan lebih sensitif jika ada udara di dalam sistem.

3. Kopling Sentrifugal

Kopling sentrifugal tidak di operasikan melalui pedal ataupun tuas kopling. Tetapi kopling sentrifugal di kendalikan lewat RPM mesin. Semakin tinggi RPM mesin, maka akan semakin erat hubungan kopling tersebut. Untuk menghubungkan input dari mesin ke output dengan transmisi, maka kopling tersebut menggunakan gaya sentrifugal.

Jenis Kopling Berdasarkan Kondisi Pelumas

1. Kopling Kering

Kopling kering tidak menggunakan pelumas pada bagian komponennya. Jika terdapat pelumas di dalamnya, maka bisa terjadi selip pada kopling. Jenis kopling basah bisa di temui pada kopling manual. Oleh karena itu, kinerja kopling kering tidak terikat dengan kualitas oli mesin.

2. Kopling Basah

Kopling basah bisa di temui pada kendaraan bermotor. Kopling basah sering di sebut tipe basah, karena terendam pada oli mesin. Kelebihannya ialah karena terendam pelumas, maka kampas kopling akan semakin awet daripada kopling kering. Kinerja kopling basah di pengaruhi oleh kualitas oli mesin.

(Baca juga: Komponen-komponen utama pada kopling)

Penutup

Itulah beberapa pengetahuan tentang jenis kopling dan penjelasannya. Semoga artikel ini bisa membantu kamu menambah wawasan tentang dunia otomotif ya. Semoga bermanfaat!

Sumber: autoexpose

About Masdejay

Masdejay | Media informasi akurat, menarik dan terpercaya

Follow by Email

Copyright © Masdejay. All rights reserved. Template by CB