Aliran Naturalisme: Pengertian, Ciri, Tokoh dan Contoh

aliran naturalisme: pengertian, ciri, tokoh dan contoh

Aliran Naturalisme - Naturalisme merupakan aliran seni yang mengutamakan kesusaian dan kemiripan sebuah objek yang dilukis, agar lebih terlihat realistis dan natural seperti referensinya yang ada di alam. Nah, di artikel kali ini saya akan membagikan pengetahuan tentang aliran naturalisme, mulai dari pengertian, ciri-ciri, tokoh dan contohnya. Penasaran apa saja isinya? Yuk baca ulasan dibawah ini.

(Baca juga: Aliran Kubisme: Pengertian, Ciri, Tokoh dan Contoh)

Pengertian Naturalisme

Naturalisme merupakan aliran seni yang mengutamakan kesusaian dan kemiripan sebuah objek yang dilukis, agar lebih terlihat realistis dan natural seperti referensinya yang ada di alam. Aliran ini juga termasuk bentuk apresiasi para seniman terhadap keindahan alam.

Pada umumnya, seniman mengangkat tema keindahan pemandangan alam yang ada disekitar, seperti pada pergerakan mooi indie di Indonesia. Naturalisme juga merupakan salah satu contoh bagaimana sebuah aliran bisa didefinisikan selama berabad-abad setelah pergerakan kemunculannya.

Walaupun aliran naturalisme merupakan wujud pengembangan dari realisme serta melawan romantisme, prototipnya sudah ada sejak abad ke-17. Di tahun 1820, bentuk awal naturalisme telah menjadi tren yang dominan dalam sebuah lukisan pemandangan.

Ciri-ciri Aliran Naturalisme

1. Teknik dan kepiawaian seorang pelukis menjadi peran utama
2. Lebih mengutamakan kemiripan gambar pada lukisan dengan objek yang dituju
3, Membawakan lukisan yang indah, namun berdasarkan kemurniannya
4. Aliran naturalisme menjadi bentuk apresiasi para seniman terhadap keindahan alam
5. Mengangkat tema keindahan pemandangan yang ada disekitar kita
6. Melukis ketampanan dan kecantikan potret manusia sesuai dengan objek, tanpa di lebih-lebihkan.

(Baca juga: 12 Tokoh Penting dalam Proklamasi Kemerdekaan Indonesia)

Tokoh dan Contoh Lukisan Naturalisme

1. John Constable

John Constable merupakan seniman yang berasal dari Inggris, ia juga menjadi salah satu tokoh seniman yang mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan aliran naturalisme. John pernah menolak gaya lukisan pemandangan pada masanya. John berkata "Kebiasaan pelukis pada saat ini ialah bravura, yaitu sebuah upaya untuk menggambarkan objek yang melampaui kebenarannya".

John Constable lebih memilih menciptakan dengan representasi sendiri berdasarkan apa yang dilihatnya, sejujur mungkin kemudian diaplikasikan pada kain kanvas. Ia juga memilih untuk melukis apa yang ada disekitarnya terlebih dahulu.

John pernah menulis surat untuk kolegannya yang berisi "I should paint my own places best". Selain itu, ia juga tertarik dengan pergantian cahaya dan awan di alam tanpa membedakan mana yang lebih indah dan mana yang tidak.

Lukisan Naturalisme John Constable: Dedham Vale (1816)

lukisan naturalisme john constable: dedham vale (1816)
sumber gambar: materibelajar.co.id

Teknik John Constable belum secara keseluruhan tercapai pada lukisan tersebut. Karyanya ini dilukis pada saat ia masih muda, yang mana lukisannya berlatar belakang politik dan perang di negaranya yang sedang tak terkendali. Walaupun demikian, lukisan ini menunjukkan komitmennya pada pengamatan alam yang sangat akurat dan jujur, terlihat juga pada rincian pepohonan dan langit yang ia lukis secara detail dan jelas.

(Baca juga: 10 Pelukis Terbaik di Indonesia Sepanjang Sejarah)

Kesimpulan

Demikianlah isi dari artikel kali ini tentang Aliran Naturalisme: Pengertian, Ciri, Tokoh dan Contoh. Dengan begitu, Anda bisa mempelajari ilmu tentang aliran naturalisme dengan detail dan lengkap. Apalagi jika Anda hobi dalam kegiatan melukis, pasti ilmu pengetahuan seperti ini hukumnya wajib untuk dipelajari. Bukan hanya menjelaskan tentang sejarah aliran naturalisme saja, namun juga memberikan keterangan ciri-ciri dan contohnya yang bisa Anda pelajari.

Semoga apa yang saya bagikan kali ini menjadi sebuah ilmu yang sangat bermanfaat ya, terima kasih.