Hukum Riba dalam Islam

apa hukum riba dalam islam?

Hukum Riba dalam Islam - Riba merupakan salah satu hal yang banyak diperdebatkan oleh kaum muslimin sejak zaman dahulu. Riba sering kali terjadi di sekitar lingkungan kita tanpa disadari begitu saja. Riba bukan hanya dikenal oleh orang Islam saja, namun agama lain pun juga mengenalnya.

Namun, saat ini banyak sekali kaum muslimin yang belum mengetahui arti dan hukum dari riba. Padahal, kita sebagai umat Islam wajib sekali untuk mengetahui arti dan hukumnya, agar senantiasa kita terhindar dari dosa di dunia.

Jika Anda ingin mengetahui arti atau pengertian dari riba, yuk baca ulasan berikut ini.

(Baca juga: 8 Kalimat Thayyibah dalam Islam)

Pengertian Riba

Kata riba berasal dalam bahasa Arab, yang memiliki arti berkembang, membesar atau meningkat. Menurut masyarakat Arab kuno, mereka menyebutkan bahwa seseorang yang melakukan riba kepada orang lain.

Sedangkan menurut istilah atau ilmu fiqih ialah di artikan sebagai tambahan khusus yang diberikan sebagai imbalan atau balas jasa atas apa yang telah diberikan. Jika Anda belum mengerti apa hukum riba dalam Islam, berikut ini adalah ulasannya.

(Baca juga: 8 Perbedaan Nabi dan Rasul)

Hukum Riba dalam Islam

Islam merupakan agama yang sangat melarang kegiatan riba dan sudah dijelaskan bahwa riba diharamkan oleh Allah SWT. Baik itu riba besar maupun kecil, keduanya tidak boleh dilakukan oleh umat muslim.

Namun sangat disayangkan, saat ini kegiatan riba di dunia semakin meraja lela, bahkan dari kalangan masyarakat biasa hingga ke para orang-orang kaya. Banyak juga yang menganggap bahwa riba dalam jumlah kecil tidak terlalu dimasalahkan daripada riba dalam jumlah yang besar, nauzubillah.

Saat ini, hukum larangan riba hanya berlaku bagi umat Islam. Sebab, agama lain tidak memperketat hukum tersebut, alias terlalu mengabaikan dan akhirnya kegiatan riba semakin meraja lela dan dianggap remeh oleh sebagian orang.

Dengan demikian, hukum riba dalam Islam sangat haram, berapapun itu jumlahnya. Seseorang yang melakukan riba akan mendapatkan dosa dan hukuman yang berat di akhirat nantinya, karena ia telah merugikan orang lain.

(Baca juga: Pengertian Qada dan Qadar, Beserta Artinya)

Macam-macam Riba

Dalam agama Islam, riba terbagi menjadi beberapa macam. Tentu, pengetahuan ini wajib untuk dipelajari oleh kita semua sebagai umat muslim yang taat kepada Allah SWT. Berikut ini jenis riba yang sudah dijelaskan dalam isi Al-Qur'an dan Hadist.

1. Riba Jual Beli

Riba jual beli atau biasa disebut dengan istilah Riba Fadl merupakan sebuah pertukaran barang sejenis dengan takaran dan kadar yang berbeda, serta barang yang ditukarkan termasuk jenis barang yang ribawi, atau barang yang bisa memunculkan riba.

Sebagaimana yang sudah disabdakan oleh Rasulullah SAW, bahwa jika seseorang menukar barang seperti emas, maka ia harus menukarnya dengan emas yang saa kualitas serta bobotnya, menukar perak dengan peran dan lain sebagainya.

Untuk Riba Nasi'ah sendiri merupakan tambahan atau lebihan yang diambil karena terdapat penangguhan atas penerimaan suatu barang ribawi yang sudah ditukar dengan barang ribawi yang lain. Riba Nasi'ah biasa muncul karena terdapat perbedaan kualitas dan takaran barang.

(Baca juga: 9 Metode Ijtihad dalam Hukum Islam)

2. Riba Hutang Piutang

Riba yang disebabkan karena hutang piutang atau biasa dikenal dengan Riba Qard merupakan suatu tambahan atau kelebihan tertentu yang sudah disyaratkan kepada orang yang ingin meminjam suatu harta yang berupa uang atau modal dengan muqtarid.

Namun, dalam sebuah istilah Riba Jariyah, yaitu riba atau tambahan hutang yang wajib dibayar jika yang berhutang tidak bisa membayarnya dalam waktu yang sudah ditentukan. Jadi semua jenis riba itu memang sudah jelas-jelas diharamkan.

(Baca juga: 10 Sahabat Nabi yang Termasuk Assabiqunal Awwalun)

Kesimpulan

Demikianlah isi dari artikel kali ini tentang hukum riba dalam Islam yang wajib banget untuk diketahui oleh semua umat Islam. Baik itu riba dalam jumlah yang kecil maupun besar, keduanya sudah diharamkan oleh Allah SWT.

Bagi Anda yang pernah melakukan kegiatan riba, maka bertobatlah dan memohon ampun kepada Allah SWT, karena dialah yang maha pengampun dan maha penyayang hambanya. Semoga ilmu kali ini bermanfaat buat kita semua, aamiin. Terima kasih.