Hukum Taubat Berulang Kali dalam Islam

apa hukum taubat berulang kali dalam islam?

Hukum Taubat Berulang Kali - Setiap manusia memang tidak luput dari berbagai macam kesalahan, mulai dari kesalahan yang tidak di sengaja maupun yang di sengaja. Karena pada dasarnya, manusia tidak ada yang sempurna.

Dosa yang dimiliki manusia bisa hilang dengan sekejab jika Anda memohon ampun kepada Allah SWT dan janji tidak akan mengulanginya lagi. Perbuatan tersebut biasa dinamakan dengan bertaubat. Sebenarnya, taubat itu tidak mudah.

Karena godaan akan selalu mendatangi diri Anda ketika sudah bertaubat. Cara agar bertahan dalam taubat adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT dan jauhilah hal-hal yang kiranya buruk atau negatif. Namun sangat disayangkan, saat ini banyak sekali orang yang bertaubat kemudian ia mengulangi kesalahannya lagi.

(Baca juga: Perbedaan Iman dan Taqwa dalam Islam)

Dari situ banyak yang bertanya-tanya, apakah taubat kita akan diterima jika kita sebelumnya sudah pernah taubat kemudian mengulangi perbuatan yang buruk lagi? Lalu, apa hukumnya jika kita taubat berulang kali, apakah dosa?

Nah, semuanya akan saya ulas di artikel kali ini. Oleh karena itu, saya akan membagikan pengetahuan tentang hukum taubat berulang kali dalam agama Islam yang wajib untuk diketahui oleh semua kaum muslimin.

Lalu, apa saja hukumnya? Yuk baca ulasan dibawah ini sampai selesai.

(Baca juga: 4 Macam Madzhab dalam Ilmu Fiqih)

Hukum Taubat Berulang Kali

Dalam agama Islam, hukum taubat berulang kali adalah sah untuk dilakukan jika disertai dengan istighfar dan Anda berjanji tidak akan mengulangi dosa yang pernah dilakukan sebelumnya, serta sudah memenuhi syarat bertaubat.

Rasulullah pernah bersabda,

Sesungguhnya seorang hamba melakukan dosa lalu dia berkata, “Ya Tuhan, aku telah berdosa. Ampunilah diriku.” Lalu Allah SWT menjawab, “Adakah hamba-Ku tahu bahwa dia mempunyai Tuhan yang akan mengampuni dan menghukum dosanya? Aku telah mengampuni hamba-Ku.”

Kemudian lewatlah masa, sehingga orang itu melakukan dosa lagi. Kemudian ia berdoa, “Tuhanku, aku telah berdosa. Ampunilah dosa ini.” Lalu Allah SWT menjawab, “Adakah hamba-Ku mengetahui bahwa dia memiliki Tuhan yang mengampuni dosa dan menghukum dosa itu? Aku telah mengampuni dosa hamba-Ku.”

Kemudian lewatlah masa sehingga orang itu melakukan dosa lagi. Kemudian ia berdoa, “Tuhanku, aku telah berdosa. Ampunilah dosa ini.” Lalu Allah SWT menjawab, “Adakah hamba-Ku mengetahui bahwa dia memiliki Tuhan yang mengampuni dosa dan menghukum dosa itu? Aku telah mengampuni dosa hamba-Ku sebanyak tiga kali. Maka biarlah dia lakukan apa yang dia kehendaki.”

- Hr. Bukhori

(Baca juga: 3 Perbedaan Infaq dan Sedekah)

Imam Nawawi pernah menjelaskan jika hadist di atas jelas pada sisi dalalahnya. Dalam arti, walaupun seseorang sudah melakukan dosa berulang kali, kemudian ia bertaubat setiap kali melakukan perbuatan dosa, maka taubatnya diterima dan dosanya pun gugur.

Beliau juga sudah menjelaskan bahwa meskipun orang tersebut hanya bertaubat sekali saja atas segala dosa yang pernah ia lakukan, maka taubatnya juga sah. Tetapi ada hal yang harus diperhatikan, bahwa taubat yang dilakukan harus sepenuh hati dan memenu syarat lainnya agar diterima Allah SWT.

Di bawah ini merupakan syarat yang harus dipenuhi jika Anda ingin bertaubat dan diterima Allah SWT.
  1. Melaksanakan ibadah sholat setelah taubat
  2. Meninggalkan perbuatan dosa yang pernah dilakukan
  3. Lakukan taubat segera mungkin saat itu juga
  4. Taubat yang dilakukan ialah taubat nasuha, yaitu benar-benar menyesali segala perbuatan dosa yang pernah dilakukan, serta berazam dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi
  5. Memperbanyak mengucap kalimat istighfar dan membaca doa taubat
  6. Melakukan perbuatan baik dan amal soleh
  7. Meminta maaf kepada orang yang pernah disakiti.

Dengan melakukan syarat-syarat diatas, maka taubat Anda insyaAllah akan diterima Allah SWT.


Kesimpulan

Demikianlah isi dari artikel kali ini tentang hukum taubat berulang kali dalam agama Islam. Dengan begitu, Anda sekarang sudah memahami apa hukum bertaubat dan syarat-syaratnya. Tetaplah berada pada jalur yang baik dan hindari perbuatan yang buruk.

Karena Allah SWT sangat menyayangi hambanya yang sering melakukan perbuatan baik dan taat kepadanya. Dekatilah Allah SWT dengan cara rajin sholat, mengaji, bersedekah dan melakukan perbuatan baik lainnya.

Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT, diampuni semua dosa-dosa yang telah diperbuat dan dimasukkan ke dalam surganya, aamiin yarobbal alamin, terima kasih.