Masdejay | Media informasi akurat, menarik dan terpercaya

9 Metode Ijtihad dalam Hukum Islam

apa saja metode ijtihad dalam hukum islam?

Metode Ijtihad dalam Hukum Islam - Jika melihat macam-macam madzhab dalam ilmu fiqih, maka akan terlihat bahwa ada perbedaan dalam hal sumber hukum Islam yang dipergunakan sebagai landasannya.

Madzhab Syafi'i merupakan salah satu madzhab yang menggunakan sumber hukum Islam Muttafaq, yaitu sumber hukum Islam yang sudah disepakati oleh para ulama yang terdiri dari Al-Qur'an, As-Sunnah, Ijma dan Qiyas.

Sumber hukum Islam mukhtalaf merupakan hasil dari pemikiran atau ijtihad yang terdiri dari istihsan, mazlahatul-murzalah, istishab, urf, saddzui dzariah, qaul al-shahabi dan syar'u man qablana. Madzhab lain seperti madzhab Hanafi, Hanbali dan Maliki tidak hanya menggunakan sumber hukum Islam muttafaq, namun juga sumber hukum Islam mukhtalaf, yaitu sumber hukum yang belum disepakati oleh para ulama.

Dari situlah dikatakan bahwa selain merujuk pada Al-Qur'an dan As-Sunnah, para ulama juga merujuk pada beberapa metode, tertama Ijtihad. Ijtihad merupakan salah satu metode yang digunakan oleh para ulama dalam memutuskan beberapa perkara yang tidak diatur dalam dua sumber syariat Islam.

Oleh karena itu, di artikel kali ini saya akan membagikan pengetahuan tentang metode ijtihad dalam hukum Islam yang wajib untuk diketahui. Lalu, apa saja metode tersebut? Yuk baca ulasan dibawah ini sampai selesai.

(Baca juga: 10 Sahabat Nabi yang Termasuk Assabiqunal Awwalun)

Metode Ijtihad dalam Hukum Islam

1. Istihsan

Istihsan merupakan berpindahnya seorang mujtahid dari ketentuan hukum yang satu ke hukum lainnya. Misal saja istihsan merupakan wasiat, Walaupun secara qiyas tidak diperbolehkan, namun karena ada dalil dari Al-Qur'an, maka wasiat diperbolehkan.

2. Qiyas

Qiyas merupakan hukum tentang suatu kejadian atau peristiwa yang ditetapkan dengan cara membandingkannya dengan hukum kejadian lain yang sudah di tetapkan berdasarkan mash karena ada kesamaan illat. Misal saja qiyas merupakan mengqiyaskan pembunuhan dengan menggunakan alat berat.

3. Ijma

Ijma merupakan kesepakatan seluruh mujtahid dari kaum muslimin pada suatu massa setelah Rasulullah SAW wafat terkait hukum syara yang tidak diatur dalam isi Al-Qur'an dan Hadist. Misal saja ijma sahabat yaitu ijma yang dilakukan oleh para sahabat Rasulullah SAW.

(Baca juga: 8 Perbedaan Nabi dan Rasul)

4. Maslahah Mursalah

Maslahah Mursalah merupakan diberlakukannya suatu hukum atas dasar kemanusiaan yang lebih besar dengan menyampingkan kemudaratan karena tidak adanya dalil yang menganjurkannya. Misal saja maslahah mursalah merupakan pembuatan akta menikah, akta kelahiran dan akta kematian/

5. Istishab

Istishab merupakan metode ijtihad yang dilakukan dengan cara menetapkan hukum yang ada sebelumnya sampai ada dalil baru yang mengubahnya. Misal saja istishab merupakan makanan atau minuman yang bisa dikonsumsi hingga ada dalil yang mengharamkannya.

6. Urf

Urf merupakan segala sesuatu yang berupa perkataan atau perbuatan yang sudah dikenal masyarakat dan sudah dilakukan secara turun temurun. Misal saja urf merupakan acara halal bi halal yang sering dilakukan saat Hari Raya Idul Fitri.

(Baca juga: Tata Cara Sholat Witir 3 Rakaat dan Bacaannya)

7. Saddzui Dzariah

Saddzui Dzariah merupakan suatu yang secara lahiriah hukumnya boleh, tetapi bisa mengarah pada kemaksiatan. Misal saja saddzui dzariah merupakan permainan kuis yang bisa mengarah pada sebuah perjudian.

8. Qaul Al-Shahabi

Qaul A--Shahabi merupakan pendapat para sahabat terkait hukum suatu perkara yang dirumuskan sesudah Rasulullah SAW wafat. Misal saja qaul-as-shahabi merupakan pendapat Ibu Abbas yang mengatakan bahwa kesaksian dari anak kecil tidak bisa diterima.

9. Syar'u Man Qablana

Syar'u Man Qablana merupakan hukum Allah SWT yang mengisyaratkan kepada umat terdahulu, yang diturunkan melalui para nabi sebelum Nabi Muhammad SAW. Misal saja syar'u man qablana merupakan sebuah kewajiban puasa bagi orang yang beriman.

(Baca juga: 8 Perbedaan Al-Qur'an dan Hadist)

Kesimpulan

Demikianlah isi dari artikel kali ini tentang metode ijtihad dalam hukum Islam. Dengan begitu, Anda sudah mengetahui kesembilan metode ijtihad yang bisa digunakan untuk kehidupan sehari-hari. Yang terpenting adalah tetap melakukan suatu hukum pada jalan yang benar dan yang dianjurkan.

Semoga kita semua senantiasa diberikan perlindungan oleh Allah SWT, aamiin. Terima kasih.

About Masdejay

Masdejay | Media informasi akurat, menarik dan terpercaya

Follow by Email

Copyright © Masdejay. All rights reserved. Template by CB