Pengertian Zakat Fitrah: Dalil, Rukun, Makna dan Objek

pengertian zakat fitrah: dalil, rukun, makna dan objek

Pengertian Zakat Fitrah - Bulan ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan limpahan pahala dan termasuk sebagai bulan yang suci. Karena pada bulan ramadhan kita semua bisa mendapatkan pahala sebanyak mungkin dengan hal yang sederhana saja.

Seperti menjalankan puasa ramadhan, bersedekah, membaca kitab suci Al-qur'an, melaksanakan sholat lima waktu, sholat sunnah dan lain sebagainya yang termasuk ke dalam hal yang positif. Yang terpenting ialah jangan sampai melalaikan puasa ramadhannya.

Selain itu, ada hal yang juga tidak boleh untuk dilupakan, yaitu membayar zakat fitrah. Dengan membayar zakat fitrah, kita akan diberikan balasan yang lebih oleh Allah SWT, berupa pahala yang sangat besar dan syurganya.

Jika Anda merasa mampu atau sedang memiliki uang yang kiranya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, maka alangkah baiknya Anda membayar zakat fitrah ke masjid terdekat. Karena Allah SWT juga telah menganjurkan kepada hambanya yang memiliki rezeki cukup agar mau membayar zakat fitrah.

Akan tetapi, saat ini masih banyak orang yang belum mengetahui pengertian dari zakat fitrah, terutama untuk kaum muslimin. Padahal, kita sebagai umat Islam sangat diwajibkan untuk mengetahui semua hal yang berkaitan dengan agama Islam.

Oleh karena itu, di artikel kali ini saya akan memberikan pengetahuan tentang pengertian zakat fitrah, beserta dalil, rukuk, makna dan objeknya yang wajib untuk Anda ketahui. Lalu, apa pengertiannya? Yuk baca ulasan dibawah ini sampai selesai.

Pengertian Zakat Fitrah

Dari segi bahasa, zakat berasal dari kata az-zakaah yang memiliki arti suci, tumbuh, berkah dan terpuji. Menurut Hasbi Ash-Shiddieqy dalam buku pedoman zakat yang menjelaskan bahwa zakat memiliki beberapa pengertiannya, diantaranya ialah nama' (kesuburan), thaharah (kesucian), barakah (keberkahan), serta tazkiyahtathhir (mensucikan).

Dalil Zakat Fitrah

Landasan dari diterapkannya zakat sudah tercantum dalam isi Al-Qur'an dan As-Sunnah, berikut ini ialah ulasannya.

QS. Al-Baqarah ayat 110 yang memiliki arti sebagai berikut.

Dan dirikanlah sholat, dan tunaikanlah zakat, dan kebaikan apapun yang kalian kerjakan bagi diri kalian, tentu kalian akan mendapat pahalanya di sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kalian kerjakan”.

QS. At-Taubah ayat 103 yang memiliki arti sebagai berikut.

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.

Selain itu, dalil zakat bukan hanya pada Al-Qur'an saja, melainkan terdapat juga pada hadist Nabi SAW, isinya sebagai berikut.

Dari Ibnu Umar radhiallahuanhuma sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada Ilah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, menegakkan shalat, menunaikan zakat. Jika mereka melakukan hal itu maka darah dan harta  mereka akan dilindungi kecuali dengan hak Islam dan perhitungan mereka ada pada Allah Subhanahu wata’ala.” (HR. Bukhari no. 25; Muslim no. 22)

Syarat dan Rukun Zakat Fitrah

Berikut ini merupakan syarat dan rukun zakat yang berkaitan dengan pihak yang akan mengeluarkan zakat (muzakki), pihak yang diberikan zakat (mustahiq) dan objek zakat (uang atau barang yang dijadikan zakat). Berikut ini ialah ulasannya.

1. Muslim dan Merdeka

Perintah untuk membayar zakat ditujukan kepada orang-orang muslim yang merdeka atau mampu (bukan budak atau hamba sahaya).

2. Mencapai Nisab

Nisab merupakan batas minimal harta yang dimiliki oleh seseorang untuk berzakat. Artinya ialah seorang muslim tidak diwajibkan untuk berzakat apabila seluruh hartanya belum memenuhi syarat satu nisab.

Ukuran nisab sendiri juga berbeda-beda, tergantung pada jenis harta yang dimilikinya. Misal saja nisab kambing ialah 40 ekor, nisab emas ialah 85 gram, nisab pertanian sebesar 5 wasq (setara dengan 750 kilogram) dan lain sebagainya.

3. Memenuhi Haul

Selain nisab, zakat juga berlaku apabila harta yang dimiliki telah memenuhi haul, atau masa kepemilikan satu tahun. Walaupun Anda memiliki emas sebanyak apapun itu, jika belum memenuhi haul, maka tidak ada kewajibannya untuk berzakat.

Syarat haul gugur jika objek zakatnya merupakan hasil dari pertanian. Jika hasil panen sudah memenuhi nisabnya, maka kewajiban berzakat berarti sudah ada.

4. Milik Penuh

Harta yang harus dikeluarkan zakatnya merupakan harta yang dimiliki secara penuh, berada dalam kendali pemiliknya, dan tidak ada hak orang lain di dalamnya. Jika jenis harta yang statusnya masih hutang, maka tidak perlu di zakati.

Harta pribadi dapat berupa hasil dari perdagangan, hadiah, warisan, serta pemberian negara. Zakat yang tidak sah ialah jika harta yang diperoleh dengan cara yang tidak baik, misal saja seperti hasil dari mencuri, korupsi, penipuan dan merampok.

5. Melebihi Kebutuhan Pokok

Seorang muslim tidak diwajibkan untuk membayar zakat jika ia masih dalam kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. Zakat wajib hukumnya apabila jumlah harta yang Anda miliki sudah dalam batas cukup atau lebih dari kebutuhan pokok sehari-hari.

6. Penyerahan Kepemilikan

Penyerahan kepemilikan yang dimaksud ialah zakat dari muzakki kepada mustahiq. Syarat seperti ini berlaku untuk semua jenis zakat yang ada. Penyerahan zakat bisa diwakilkan melalui amil, atau orang yang bertugas untuk memungut zakat.

7. Membaca Niat

Membacakan niat merupakan rukun yang paling utama agar zakatnya menjadi sah. Bacaan niat dalam berzakat berbeda-beda, tergantung dengan jenis zakat yang ingin diserahkan. Tetapi, intinya tetap sama, yaitu untuk berbagi dan mengharapkan ridho dari Allah SWT.

Makna Zakat Fitrah

Berikut ini merupakan makna-makna dari zakat fitrah yang wajib untuk diketahui oleh kaum muslimin. Ulasannya sebagai berikut.

1. Zakat Jiwa dan Menyucikan

Zakat jiwa diambil dari kata fitrah, yakni asal-usul penciptaan jiwa atau manusia, sehingga wajib atas setiap jiwa, serta dari berbagai para ulama tentang wajib membayar zakat fitrah. Istilah zakat fitrah dikalangan para ulama dan masyarakat awam lebih populer disebut dengan shadaqah fitri.

Zakat yang dibayar juga berperan sebagai simbol penyucian jiwa, karena kewajibannya tidak terikat pada persoalan yang mampu atau tidak mampu, bagi anak-anak ataupun orang dewasa. Karena sifat simbolisnya, maka yang terpenting ialah bukan pada apanya, melainkan pada makna pemberiannya.

Bahwa yang Anda bersihkan saat membayar zakat fitrah bukanlah harta atau benda, melainkan makanan pokok yang dijadikan zakat fitrah menjadi jiwa Anda, serta fitrah Anda.

2. Berbuka Puasa

Kata fitri merupakan kembali kepada makna dari puasa ramadhan, karena kewajiban tersebut ada setelah selesai melaksanakan ibadah puasa ramadhan. Abdullah bin Yusuf juga pernah menceritakan bahwa Malik memberikan kabar kepada kami, dari Ibnu Syihab, dari Abu 'ubaid maula Ibnu Azhar, beliau mengatakan sebagai berikut.

 “Aku pernah menyaksikan hari raya bersama Umar bin Khattab r.a, Rasulullah mengatakan : Dua hari ini telah Rasulullah SAW larang untuk berpuasa padanya; Hari Idul Fitri yaitu berbukanya alian dari berpuasa dan hari lain saat kalian makan dari sembelihan kalian”

3. Membentuk Rasa Kepedulian

Zakat fitrah memiliki makna yang sangat penting, yakni sebagai bentuk rasa kepedulian terhadap saudara-saudara kita. Dengan melakukan ibadah zakat fitrah, maka kita sebagai umat Islam akan semakin meningkatkan atau membentuk rasa peduli, bukan hanya untuk hari ini saja, melainkan sampai selesai hari raya Idul Fitri.

4. Memberi Kepada yang Berhak

Zakat memiliki makna sejumlah harta yang wajib untuk diberikan kepada orang yang berhak untuk menerimanya. Kata zakat berasal dari kata verba zaka', yang memiliki arti membersihkan. Selain itu, zakat juga berarti pemberian yang berupa harta kepada orang yang berhak untuk mendapatkannya, misalkan orang-orang fakir miskin.

5. Harta yang Wajib Untuk dibayarkan

Para fuqoha pernah menyimpulkan bahwa makna dari zakat fitrah dalam agama Islam (termasuk zakat lainnya) secara syariah ialah sebagai berikut.

“Bagian dari harta yang wajib dibayarkan oleh setiap jiwa (muzakki) dengan ketentuan, waktu dan syarat yang khusus kepada pihak-pihak yang telah ditetapkan”.

6. Memiliki Kesamaan dengan Sedekah

Orang muslim yang melaksanakan ibadah zakat sudah menjadi bukti dari kejujurannnya dalam keimanan terhadap hari akhir, sebagaimana yang Rasulullah SAW sabdakan dalam hadist berikut.

Sedekah adalah petunjuk ” (H.R Thabrani)

Zakat merupakan sedekah, yang berarti memiliki kesamaan maknanya. Istilah sedekah dalam makna zakat yang wajib dikarenakan orang yang melaksanakannya memiliki sifat As-Shidqu, yang artinya ialah jujur atau benar dalam perbuatannya, maksudnya terjadi keselarasan antara ucapan dengan keyakinan dan perbuatannya.

7. Zakat Bermakna Sebagai Pilar Agama

Zakat merupakan sebagai salah satu dari rukun Islam yang ke lima, serta merupakan fardhu ain untuk menunaikannya bagi semua kaum muslimin. Dasar hukum wajibnya zakat terdapat pada surat Al-Baqarah ayat 43, yang isinya sebagai berikut.

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukunlah bersama sama orang ruku”.

Objek Zakat Fitrah

Dalam sebuah objek untuk zakat fitrah, terdapat dua pandangan yang berbeda. Tiga ulama mazhab, yakni Maliki, Syafi'i dan Hambali pernah mengatakan bahwa zakat fitrah harus diserahkan dalam bentuk berupa makanan pokok.

Hal tersebut sesuai dengan hadist Nabi yang berbunyi sebagai berikut ini.

Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah sebanyak satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum.” (Shahih Bukhari, No.1503 dan Shahih Muslim, No.984).

Berbeda dengan mazhab Hanafi yang memperbolehkan perubahan zakat fitrah dalam bentuk berupa uang. Pendapat tersebut dilontarkan karena Hanafi tidak melihat hadist hanya sebatas tekstual saja. Hadist tersebut juga dilihat secara kontekstual dan harus dikondisikan sesuai dengan maqashid syariah.

Esensi zakat fitrah ialah tercukupinya kebutuhan semua umat Islam, khususnya pada saat hari raya Idul Fitri.

Kesimpulan

Demikianlah isi dari artikel kali ini tentang pengertian zakat, beserta dengan dalil, rukun, makna dan objeknya yang wajib untuk diketahui oleh semua umat Islam. Dengan demikian, pengetahuan Anda tentang zakat fitrah sudah bertambah dan jika Anda memiliki rezeki yang lebih, maka alangkah baiknya untuk bersedekah atau membayar zakat.

Karena dengan melakukan hal yang baik dengan cara berbagi ke sesama, maka Allah akan memberikan balasan atau hadiah kepada Anda berupa pahala yang sangat besar dan juga surganya yang penuh dengan kenikmatan.

Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT, dilancarkan rezekinya dan dimasukkan ke dalam surganya, aamiin yarobbal alamin. Terima kasih.